Luruskan Persepsi Tentang Brand dan Branding Produk

Luruskan Persepsi Tentang Branding– Selama ini, pengertian branding yang kita ketahui selalu berhubungan dengan produk, promosi, marketing dan lain sebagainya. Taukah temen-temen bahwa persepsi kita tentang branding ini belum tepat. Nah untuk meluruskan persepsi yang belum benar ini, kita perlu tau hal-hal berikut.

Apa itu Brand?

Pada dasarnya, brand adalah “Love Mark” atau “Ikatan Emosi” berupa persepsi yang ada di benak konsumen mengenai suatu produk.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa brand berupa persepsi atau ikatan emosi antara konsumen dan produk. Jika suatu produk sudah melekat di benak konsumen, maka produk akan dekat dihati konsumen kemudian hal ini akan membuat konsumen menjadi loyal pada produk tersebut.

Contoh, ketika kita sebutkan “Gantinya ngopi” maka akan serta merta konsumen mengatakan ini produk kopiko. Berarti produk tersebut sudah melekat persepsinya di benak konsumen.

“Produk diciptakan di pabrik/di dapur, tapi brand diciptakan di benak konsumen” (Walter Londors)

Untuk menciptakan brand, perusahaan akan melakukan berbagai cara agar persepsi atau ikatan emosi antara produk dan konsumen ini tercipta bahkan tertanam kuat.

Apa Itu Branding?

Dari pengertian brand, kita dapat memahami pengertian dari branding. Jika makna brand itu persepsi dan ikatan emosi yang tercipta di benak konsumen, maka branding adalah kegiatan mengaktivasi ikatan emosi, berupa stimulus yang memperkuat persepsi tentang suatu produk yang ada di benak konsumen.

Bagaimana cara agar brand dapat tercipta yaitu dengan melakukan kegiatan yang disebut dengan branding. Singkatnya, branding sebagai upaya agar brand tercipta.

Persepsi yang Benar Tentang Branding

Dari kedua pengertian di atas, maka kita sudah dapat mengerti persepsi yang benar tentang branding.

Semua yang bersifat fisik dan bagian dari produk itu sendiri seperti logo, merek, spanduk bukanlah brand dan bukan pula branding. Karena brand melekat pada benak konsumen dan branding merupakan kegiatan menciptakan brand.

Hubungan Brand dan Branding

Hubungan antara brand dan branding dapat kita pahami dari ilustrasi berikut :

Branding seperti kegiatan melempar bola ke dinding. Kemudian dinding akan memantulkan bola tersebut. Pada ilustrasi ini dinding adalah pelanggan dan pantulan adalah sebagai brand. Maka, semakin kuat lemparan yang dilakukan ke dinding, maka akan semakin kuat pula pantulan yang terjadi. Semakin baik cara seseoarng dalam melakukan kegiatan branding, maka brand akan semakin kuat melekat di benak pelanggan, kemudian akan menghasilkan tingkat loyalitas pelanggan yang besar pada produk tersebut.

Kendali pada hal ini ada pada pemilik usaha, pemilik usaha bebas menentukan arah lemparan yang diinginkan. Oleh karena itu sebaiknya pengusaha menentukan sasaran lemparan yang tepat.

Jika ada banyak main power sebagai bahan branding yang dimiliki, maka sebaiknya pilihlah yang efek pantulannya lebih besar.

Tujuan Branding

Pada dasarnya tujuan branding adalah menciptakan brand yang melekat kuat di benak pelanggan. namun lebih spesifiknya tujuan branding adalah memasukkan merek dalam daftar yang ada dibenak calon konsumen pada sebuah kategori produk dengan membangun persepsi.

Sebuah produk pasti memiliki banyak pesaing. Produk memiliki kategori produk misalnya mie instan memiliki merek yang berbeda beda ada indomie, supermie, mie sedap dan lain sebagainya.

Kegiatan branding bertujuan membuat produk yang dimiliki masuk dalam top merek yang diingat konsumen. Maksimal 7 daftar merek yang biasanya diingat oleh konsumen. Jika produk bisa masuk dalam 3 kategori utama, maka brand ini dikatakan top band.

Brand dan Branding

Branding bisa apa saja tidak harus kata-kata. Suara, lagu, senyum, dan apapun itu bisa menjadi kegiatan yang digunakan untuk mencapai brand yang baik.

Contohnya, seluruh pekerja di sebuah perusahaan diwajibkan untuk tersenyum ramah saat bekerja. Saat seorang konsumen datang, dia akan melihat senyum ramah mulai saat berada di tempat parkir, kemudian di halaman depan, di lobi, dimana saja di setiap tempat. Maka ingatan, persepsi, dan kesan yang muncul di hati pelanggan tersebut adalah “RAMAH”, hal ini akan membuat ikatan emosional di hati pelanggan tersebut pada perusahaan yang ia kunjungi.

Jadi brand yang tercipta adalah ramah dan branding yang dibuat perusahaan adalah dengan senyuman.

“Branding = seberapa kuat kita menancapkan suara, kata, bunyi, dan lain-lain, yang ketika dibunyikan maka konsumen langsung mengingat kita”

Demikianlah pengertian yang tepat tentang brand dan branding. Semoga kita selaku pelaku bisnis tidak salah lagi dalam memahaminya ya.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *