4 Alasan Mengapa Website Masih Menjadi Aset Digital Terpenting bagi Bisnis?
Website Bisnis? sepenting apa website bisnis?
Di era digital saat ini, banyak dari pebisnis merasa mereka udah punya sosial media dan itu udah cukup. Banyak pebisnis merasa bahwa Instagram, Tiktok, Facebook, dan WhatsApp Business merupakan aset yang udah cukup untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Padahal, ada hal yang terlupakan dan dianggap samasekali gak penting namun sebenarnya sangat penting. Apalagi kalau bukan website. Kebanyakan para pebisnis merasa bahwa sudah tidak terlalu penting karena media sosial mampu menjangkau banyak audiens dengan cepat.
Pertanyaannya, apakah media sosial benar-benar bisa menggantikan fungsi crusial dari website?
Fakta yang mesti diketahui oleh seluruh pebisnis adalah website tetap menjadi aset digital terpenting bagi bisnis. Media sosial dapat membantu menjangkau calon pelanggan, tetapi website itu fungsinya sebagai pusat kendali yang memberikan kredibilitas, kontrol penuh, dan peluang pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis.
Ibaratnya begini, sosial media itu seperti jalan raya yang sangat ramai, siapa aja bisa lewat di jalan itu, banyak orang yang berlalu lalang setiap hari. Seorang pebisnis pasti donk gak akan melewatkan kesempatan ramainya jalanan ini dengan memasang spanduk, membagikan brosur, atau bahkan unjuk promo untuk menarik perhatian siapa aja yang sedang lewat. Nah tapi, website itu ibarat toko milik pebisnis itu. Setelah tertarik dengan apa yang dilihat di jalan tadi mungkin itu brosur atau promo, pelanggan akan datang ke toko untuk mengenal lebih detail tawaran atau produk gimana yang bisa dia beli. Jadi, jika hanya mengandalkan sosial media sama artinya pebisnis mempromosikan bisnisnya di pinggir jalan tapi gak punya toko yang bisa dikunjungi calon pembeli.
Bayangkan media sosial adalah kios yang disewa pebisnis di pusat keramaian, sedangkan website adalah rumah atau toko yang dibangun di atas tanah milik sendiri. Kios memang membantu mendatangkan banyak pengunjung, tetapi aturan dan kebijakannya ditentukan oleh pemilik tempat. Sementara itu, rumah milik sendiri memberi kebebasan penuh untuk mengatur, mengembangkan, dan meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu. Karena itulah, website tetap menjadi aset digital terpenting bagi bisnis, sedangkan media sosial berperan sebagai sarana untuk mengarahkan calon pelanggan menuju aset yang benar-benar dimiliki oleh pebisnis.
Siap menjadikan website sebagai aset digital bisnis ? Buat website dengan mudah dengan bantuan Adorabledigital
Resiko Hanya Mengandalkan Media Sosial
Tau gak, berpegang dan ngandalin medsos aja tuh ada resiko nya loh bagi bisnis? masa sih, iya. Coba yuk kita telaah resikonya.
Pertama, perubahan algoritma dari suatu media sosial. Tanpa kita sadari medsos selalu mengubah algorima dari waktu ke waktu sesuai kebijakan platform mereka. Perubahan algoritma dapat membuat jangkauan konten tertentu yang mungkin gak cocok dengan algoritma baru menjadi turun secara drastis. Akun yang sebelumnya mampu menjangkau ribuan orang, dengan algoritma yang udah berubah itu bisa mengalami penurunan engagement tanpa pemberitahuan dan tanpa alasan yang diprediksi oleh si pemilik bisnis.
Kedua, apa aja bisa terjadi pada akun sosial media. akun bisa aja terkena pembatasan atau bisa juga diretas. Ada beberapa pebisnis yang akun nya pernah dinon aktifkan karena pelanggaran dan kesalahan sistem padahal pemilik akun tidak pernah melakukan pelanggaran. Terkadang, ada beberapa kesalahan yang gak disangka-sangka ternyata bisa membuat akun terhapus. Bayangkan, pebisnis hanya mengandalkan media sosial. Jika seluruh aktivitas bisnis hanya bergantung pada media sosial itu, maka bisnis akan kehilangan akses terhadap audiens yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Ketiga, media sosial memiliki keterbatasan dalam menampilkan informasi. Mengapa begitu? ya karena media sosial fungsinya tidak seperti website yang bisa digunakan untuk menampilkan semua informasi. Calon pelanggan yang udah mulai tertarik mau beli biasanya pengen pilih-pilih atau lihat-lihat lagi info produk kan? nah pelanggan akan kesulitan mencari detail produk seperti daftar layanan, harga, atau informasi perusahaan di sebuah akun sosial media, karena semua konten tercampur dalam timeline.
Nah, dari hal-hal di atas, kesimpulannya, media sosial sebaiknya digunakan sebagai alat pemasaran, bukan sebagai satu-satunya aset digital bisnis. Pebisnis masih membutuhkan website sebagai tempat seluruh informasi terkumpul menjadi sesuatu yang dapat dilihat dengan detail.
Jaid, berikut 4 alasan mengapa website masih menjadi aset terpenting bagi bisnis :
1. Website sebagai Aset Digital
Website itu aset. Iya aset milik pribadi. Karena website itu aset yang dimiliki sendiri oleh pebisnis maka pebisnis bebas mengatur kendali website sesuai keinginan dan kebutuhan usaha. Beda banget dengan sosial media yang istilahnya, pebisnis itu “numpang”. Pebisnis gak bisa melakukan apa yang dia suka pada media sosial, semua punya aturan, ada ketentuan dan kebijakan yang harus dipatuhi. Sedangkan website ada di bawah kontrol pemiliknya.
Karena website menjadi milik sendiri, maka pemilik website atau yang punya bisnis jadi bebas untuk atur website sesuai keinginan. Bisa atur tampilah sesuai selera, masukin konten apa aja yang dirasa cocok, atur fitur-fitur lain, hingga ganti-ganti tombol atau tampilan sesuai kebutuhan dan keinginan pemiliknya. Nah selain itu, website juga dapat terus berkembang seiring pertumbuhan bisnis tanpa dibatasi oleh aturan platform tertentu.
Website punya nilai jangka panjang. Semakin banyak konten berkualitas yang dipublikasikan dan semakin tinggi reputasi website di mesin pencari, maka semakin besar pula nilai aset digital tersebut. Pada kenyataannya, banyak orang yang salah kaprah, mengira bahwa website itu jarang banget dikunjungi calon pembeli dibandingkan bio akun sosmed. Tau gak, banyak juga kok orang yang mencari informasi di google search. Contohnya kita pusing aja terkadang nyari di google alasan penyebab kepala pusing, hehehe. Nah, Mereka yang mengetikkan keperluannya di laman google, akan diarahkan ke website-website yang relevan menurut google, kemudian dari sinilah website berpeluang besar untuk dikunjungi.
2. Website untuk Branding
Website membantu membangun citra profesional dari bisnis. Selaian itu, website dapat membantu untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap sebuah bisnis.
Ketika seseorang mencari sebuah produk atau jasa yang ia butuh di mesin pencarian google atau google search, algoritma google akan menampilkan website yang dianggap sesuai. Dari banyaknya pilihan yang direkomendasikan oleh google, pastinya si pencari akan memilih website yang resmi dan terpercaya. Disinilah tampilan website yang profesional, terkesan serius, terpercaya, dan memiliki identitas yang jelas akan lebih dipilih oleh calon custumer untuk dibeli produk atau jasanya.
Melalui website, perusahaan dapat menampilkan profil bisnis, visi misi, portofolio, testimoni pelanggan, sertifikasi, hingga pencapaian yang dimiliki. Semua elemen tersebut berkontribusi dalam membangun persepsi positif terhadap merek. Website juga memungkinkan bisnis menciptakan pengalaman yang konsisten sesuai identitas brand, mulai dari desain visual, warna, tipografi, hingga gaya komunikasi yang digunakan.
3. Website untuk SEO
Seperti yang udah kita bahas sebelumnya, salah satu keunggulan terbesar website adalah kemampuannya untuk muncul di hasil pencarian Google melalui strategi SEO (Search Engine Optimization).
Saat calon pelanggan mencari produk atau layanan tertentu di Google, website yang dioptimalkan dengan baik bakal punya peluang untuk muncul di halaman pertama pencarian atau dengan kata lain, google bisa nih merekomendasikan website tersebut untuk dikunjungi si pencari. Ini berarti bisnis dapat memperoleh pengunjung secara organik tanpa harus terus-menerus mengeluarkan biaya iklan.
contohnya, seseorang mencari “roti ulang tahun terbaik”. Nah google akan merekomendasikan beberapa bisnis penjualan kue ulang tahun. Kebetulan kita punya website jualan kue termasuk di dalamnya kue ulang tahun. Karena website yang kita punya itu lengkap mulai dari info produk, artikel, dan sebagainya, maka calon pelanggan tadi akan dapat menemukan bisnis kita melalui artikel, halaman layanan, atau katalog produk yang tersedia di website yang sudah dibangun tadi.
Berbeda dengan postingan media sosial yang umur jangkauannya relatif singkat, konten website yang berhasil mendapatkan peringkat di Google dapat terus mendatangkan pengunjung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
4. Website untuk Menghasilkan Leads
Website bukan hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai mesin penghasil leads atau calon pelanggan.
Melalui berbagai fitur seperti formulir kontak, WhatsApp button, konsultasi gratis, pendaftaran newsletter, hingga permintaan penawaran harga, website dapat membantu mengubah pengunjung menjadi prospek yang siap dihubungi oleh tim penjualan.
Setiap halaman dalam website dapat dirancang untuk mendorong pengunjung melakukan tindakan tertentu. Dengan strategi yang tepat, website dapat bekerja selama 24 jam sehari untuk mengumpulkan data calon pelanggan tanpa harus bergantung pada jam operasional bisnis.
Inilah alasan mengapa banyak perusahaan menjadikan website sebagai salah satu alat pemasaran digital yang paling efektif dalam menghasilkan penjualan.





